Performa Bruno Silva Tak Kunjung Membaik, PSIS Kesulitan Bersaing

BRUNO SILVA

PSIS Semarang dengan ujung tombak Bruno Silva belum mampu bersaing di papan atas. Tren negatif terus didapatkan, bahkan sang striker hanya menyumbang 2 gol dari 8 pertandingan.

Banyak pertanyaan dari para fans terkait kondisi ini. Apakah masalah terletak pada Bruno Silva ataukah pada juru taktik? Padahal kualitas Bruno Silva diakui sudah sangat baik.

Bagaimana kondisi sebenarnya dari Bruno Silva ini?

Ketajaman Bruno Silva Sejak Bersama PSIS Semarang

Pemain dengan tinggi badan 184 cm ini berdarah Brasil dengan posisi sebagai striker. Dirinya berada di PSIS Semarang sejak 2018, dan sejak saat itu ketajamannya terbukti mampu membuat berbagai lawan kelabakan.

Pada musim pertama bersama PSIS Semarang di tahun 2018, Bruno Silva mampu mencetak jumlah gol 16 dalam 27 pertandingan. Catatannya terus meningkat di musim berikutnya, yaitu di 2019 dengan 17 gol hanya dalam 13 pertandingan.

Ketajamannya di lini depan PSIS Semarang ini sangat diakui dan menjadi salah satu yang tertajam di sepakbola Indonesia.

Belum Kembalinya Sang Predator Gol PSIS Semarang

Catatan performa Bruno Silva dianggap sangat baik pada musim 2018 hingga 2019. Sampai Covid-19 menyerang dan membuat kompetisi harus rehat terlebih dahulu.

Setelah liga kembali bergulir, Bruno Silva digadang-gadang bisa segera dalam kondisi terbaiknya. Namun nyatanya harapan tersebut tidak dapat ditunjukkan oleh sang striker asal Brasil tersebut.

Saat BRI Liga 1 bergulir, Bruno Silva seakan masih belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. Di awal musim hingga November 2021 ini Bruno tidak memberikan kontribusi yang positif untuk tim.

Di laga-laga awal musim, Bruno Silva hanya mencetak satu gol dari enam pertandingan. Hal itu berbeda dari kondisi tim di awal musim yang berhasil memenangkan tiga pertandingan dari enam pertandingan, dan tidak satu kali pun kalah.

Pria kelahiran Sao Paulo tersebut bahkan terlihat sangat kesulitan untuk mencetak gol. Meski demikian pelatih Ian Andrew Gillan tetap memberikannya tempat terbaik di tim.

Ian Andrew menganggap kekurangan lini serang PSIS Semarang yang dikomando oleh Bruno Silva ini karena Bruno Silva belum pulih secara total dari cedera. Selain itu, pelatih asal Skotlandia tersebut juga tidak menyalahkan Bruno Silva, dan menganggap ketidakmampuan Bruno karena kurangnya taktik yang dijalankan.

Masih Terus Dipercaya Pelatih Menjadi Ujung Tombak PSIS Semarang

Pemain yang sekarang berusia 30 tahun ini masih dipercaya sang pelatih untuk menjadi ujung tombak PSIS Semarang. Meski performanya masih belum berada pada kondisi terbaik, namun dia diharapkan bisa segera menemukan permainan terbaiknya.

Ian Andrew Gillan sebagai sang pelatih segera akan membenahi strateginya. Menurutnya, PSIS Semarang semakin kompak di berbagai lini. Terutama di lini belakang yang dianggapnya sudah sangat solid.

Lini serang yang dihuni Bruno Silva ini nantinya akan segera dibenahi. Apalagi pertandingan akan terus bergulir. Pertandingan melawan Borneo FC yang digelar pada 6 November, Bruno Silva juga masih belum bisa memberikan kontribusi terbaiknya.

Setelah itu, pertandingan melawan Tira Persikabo, PSIS Semarang juga masih ditahan imbang. Namun di pertandingan ini Bruno Silva berhasil menyumbangkan satu golnya di menit ke-6.

Sementara ini PSIS Semarang masih berada di peringkat ke-5 klasemen sementara dengan poin 20, sama dengan Persebaya di posisi ke 6, dan berjarak 2 poin dari Bali United di posisi ke-empat.

Fans terus menaruh harapan yang tinggi pada Bruno Silva. Begitu juga dengan pelatih yang begitu percaya dengannya.

Akankah Bruno Silva berhasil membuktikan dirinya sebagai penyerang PSIS Semarang? Simak berita sepakbola nusantara terkini disini!

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *