Kumpulan Kata Kata Bucin

5 Kerugian Memiliki Pasangan Bucin, Sama-Sama Gak Berkembang

Kata ‘bucin’ tentunya sangat familiar bagi anak-anak muda zaman sekarang. Bucin sendiri merupakan singkatan dari budak cinta. Kata ini diambil dari perilaku yang terkadang tidak masuk akal, yang dilakukan atas nama cinta.

Istilah bucin ini digambarkan kondisi seseorang yang sedang dimabuk asmara, yang terkadang melakukan tindakan tidak masuk akan demi meraih cinta pujaan hatinya. Selain itu, orang yang sedang mabuk cinta biasanya akan lebih puitis, mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata.

Berikut kumpulan kata-kata bucin :

  • “Seandainya kamu jadi senar gitar, aku nggak mau jadi gitaris. Soalnya aku nggak mau ada risiko mutusin kamu.”
  • “Aku mau makan apa saja asal sama kamu.”
  • “Kamu ini seperti wajan panas, dan aku seperti mentega. Soalnya aku meleleh tiap lihat kamu.”
  • “Beda kartu operator nggak apa-apa, asal nanti nama kamu sama aku di Kartu Keluarga yang sama.”
  • “Aku orangnya memang pendiam, diam-diaam jatuh cinta sama kamu.”
  • “Bagi diriku, semua hari itu Selasa. Selasa indah saat di dekatmu.”
  • Setiap kali aku melihat dirimu, aku berbunga-bunga. Apa ini yang disebut riba?.”
  • Lihat kebunku, penuh dengan bunga. Lihat matamu, hatiku selalu berbunga-bunga.”
  • “Misal aku lahir seratus tahun yang lalu, aku pasti akan tetap setia menunggumu.”
  • “Kalau Agnez kan Monica, kalau kamu mau ga nikah sama aku?.”
  • “Kamu ini seperti lemari es, soalnya tiap ada kamu di sampingku, aku merasa adem.”
  • “Kalau ada kamu di sampingku, aku merasa punya seorang prajurit.”
  • “Kalau hujan pergi ninggalin pelangi, tapi kalau kamu pergi ninggalin air mataku.”
  • “Lindungi sayapku, tapi jangan kemballi ke surga, bidadariku.”
  • Kamu ini seperti lampu, soalnya mata kamu terang banget buat menerangi masa depanku.”
  • “Aku nggak percaya dengan pandangan pertama. Soalnya, aku percaya sama takdir bahwa kamu bakalan menjadi pasangan hidupku selamanya.”
  • “Bapak kamu seorang angkatan laut ya? Soalnya kamu telah menenggelamkan hatiku di samudera cintamu.”
  • “Aku tidak cemburu dengan hobimu. Aku hanya cemburu dengan matamu saat kamu sedang melakukan hobimu. Sangat bercahaya.”
  • “Mata kamu itu sangat bercahaya seperti sinar matahari yang menerangi bumi.”
  • “Saat kamu tersenyum, maka seluruh dunia pun akan tersenyum.”
  • ”Aku nggak mau kalau kehujanan, tapi aku mau kalau kehujanan cintamu.”
  • “Aku nggak mau sakit demam, tapi aku rela kalau demam rindu sama kamu.”
  • Ketemu kamu ini ibarat melihat meteor. Susah, tapi indah.”
  • “Menjadi seorang ksatria itu gampang. Yang susah menjadi pahlawan di hati kamu.”
  • “Pahlawan itu kan orang yang berjuang membela negara, berarti aku juga pahlawan dong, soalnya memperjuangkan masa depan kita.”
  • “Kamu ini kayak pahlawan ya, hebat bisa meruntuhkan pertahanan hatiku.”
  • “Kalau pahlawan itu akan selalu dikenang, namun kamu nggak bakalan jadi kenangan.”
  • “Kalau aku jadi wakil rakyat, pasti akan gagal. Soalnya aku selalu mikiran kamu, bukan rakyat.”
  • “Kalau seorang pejuang punya baju besi, aku nggak. Soalnya aku rela tertusuk cinta kamu.”
  • “Kalau aku jadi seorang pemimpin, aku pasti langsung dimarahi rakyat. Soalnya, aku nggak bisa ngomong lancar kalau kamu nggak di sampingku.”
  • “Kalau kamu nggak makan, aku juga nggak.”

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *