Waktu Terlarang Sholat

Doa dan Mukjizat Nabi Isa Semasa Hidup

Banyak kita temukan dalil dari Al Quran maupun hadits tentang keutamaan ibadah sholat. Dimana sholat itu merupakan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat.

Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Siapa saja yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kimat. Sedangkan siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad 2 : 19-69 dengan sanad hasan).

Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Lima sholat yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala untuk memasukannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan menyiksanya. Dan jika Allah menghendaki, Allah akan memasukannya ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud no.1420, An-Nasa’i no.426 dan Ibnu Majah no.14-1, shahih).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang menjelaskan tentang keutamaan sholat. Setiap Muslim yang mukallaf diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam setiap harinya. Ditambah dengan dengan sholat sunnatnya sebagai penyempurna yang cukup banyak. Namun, tahukah anda bahwa ada waktu-waktu tertentu yang diharamkan untuk sholat? Berikut waktu terlarang sholat yang harus diketahui :

Dari Abu Said Al-Khudri radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Tidak ada sholat setelah Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada sholat setelah sholat Ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Bukhari, no.586 dan Muslim, no.827).

Dari ‘Uqbah bin ‘amir radiyallahu ‘anhu, ia berkata :

Artinya : “Ada tiga waktu yang Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk sholat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu : (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari akan tenggelam hingga tenggelam sempurna.” (HR. Muslim, no.831).

Dalam hal ini Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Para ulama sepakat untuk sholat yang tidak punya sebab tidak boleh dilakukan di waktu terlarang tersebut. Para ulama sepakat masih boleh mengerjakan sholat wajib yang ada’an (yang masih dikerjakan di waktunya) di waktu tersebut.

Namun para ulama berselisih pendapat yang berkaitan dengan sholat sunnah yang memiliki sebab apakah bolah dilakukan di waktu tersebut seperti sholat tahiyatul masjid, sujud tilawah dan sujud syukur, sholat ‘Ied, sholat kusuf (gerhana), sholat jenazah dan mengqadha sholat yang luput.

Sementara ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa sholat yang masih memiliki sebab tadi masih boleh dikerjakan di waktu terlarang. Adapun yang menjadi dalil ulama Syafi’iyah adalah Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengqadha sholat sunnah Zhuhur setelah ‘Ashar. Ini artinya mengqadha sholat sunnah yang luput, sholat yang masih ada waktunya, sholat wajib yang diqadha masih boleh dkerjakan di waktu terlarang, termasuk juga untuk sholat jenazah.” (Syarh Shahih Muslim, 6 : 100).

Waktu terlarang untuk sholat ada lima :

  • Dari sholat Shubuh hingga terbit matahari terbit
  • Dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit)
  • Ketika matahari di atas kepala tidak condong ke timur atau ke barat hingga matahari tergelincir ke barat
  • Dari sholat Ashar hingga mulai tenggelam
  • Dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *