Tarian Tradisional Kepulauan Bangka Belitung

Marascenter.com || Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis.Sekarang mari kita beralih sebentar ke seni dan budayanya. Bangka Beliutung juga tak kalah menarik dalam seni tariannya, Dimana kita ketahui juga tarian daerah Indonesia memang sangat beraneka ragam, bahkan dari satu provinsi saja bisa memiliki puluhan tarian daerah. Tidak terkecuali dengan Provinsi Kepualauan Bangka Belitung. Apa saja tari-tarian tradisional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini?

Tari Men Sahang Lah Mirah

Tari Men Sahang Lah Mirang adalah tarian tradisional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menggambarkan suka ria masyarakat Bangka Belitung yang sedang memetik hasil panen berupa lada putih (sahang). Dalam melakukan panen sahang tersebut, masyarakat Bangka Belitung selalu memanjatkan puji dan syukur pada Yang Maha Pencipta alam semesta ini.

Tari Campak 

Tari Campak adalah tari tradisi dari daerah Kepulauan Bangka Belitung.Tarian Campak menggambarkan kecerian dan pergaulan muda mudi di Bangka Belitung. Tarian Campak ini biasanya dibawakan oleh penari pria dan wanita dengan ekpresi kegembiraan. Tari Campak ini banyak dibawakan pada acara pernikahan, penyambutan tamu dan acara lainnya yang dilakukan oleh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tarian Campak || Marascenter.com
Sejarah Mengataan Tari Campak ini awalnya berasal dari kepulauan Riau. Kemudian dibawa dan dikembangkan di Bangka Belitung oleh seorang bernama Nek Campak, sehingga tarian ini dikenal dan sering disebut Tari Campak. Pada jaman penjajahan bangsa portugis, tarian ini kemudian mengalami akulturasi budaya. Percampuran budaya ini sangat terlihat dari gerakan, kostumnya, dan musik pengiringnya yang memiliki kesan gaya Eropa. Walaupun begitu, budaya lokal juga masih melekat pada tarian ini, hal ini terlihat pada kostum penari pria, alunan pantun dan beberapa musik pengiringnya yang merupakan gaya Melayu.
Diiringi musik pengiring yang dibunyikan dari alat musik tradisional antara lain kendang dan gong. Selain alat musik tradisional, alat musik seperti akordion dan biola juga berakulturasi menjadi musik harmonis yang mengiringi tarian ini

Pakaian yang digunakan oleh para penari Tari Campak ini juga merupakan perpaduan budaya Melayu dan budaya Eropa. Penari wanita menggunakan pakaian yang sangat kental akan gaya busana Eropa seperti gaun panjang dan sepatu hak tinggi. Sedangkan penari pria sangat kental akan gaya busana Melayu seperti kemeja, celana panjang, peci, dan selendang

Tari Sepen

Tari Sepen merupakan tarian tradisional dari Kepulauan Bangka Belitung yang biasanya dibawakan untuk menyambut tamu tamu kehormatan yang datang ke Bangka Belitung. Tari sepen sangat kental akan budaya melayu, mulai dari gerakan tari yang mengandung unsur gerak pencak silat, kostum atau baju tradisional yang digunakan penari, sampai dengan musik pengiring yang memang bernuansa melayu.

Adapun gerakan yang ada pada tari sepen ini mementingkan kelincahan pada gerakan tangan dan kaki. Tarian ini didominasi oleh gerakan tepuk tangan yang diselaraskan oleh alunan musik pengiring. Selain itu formasi penari yang sering berpindah-pindah namun tetap terlihat rapi sehingga menghasilkan gerakan yang indah.

Dalam pertunjukan Tari Sepen biasanya dimainkan oleh beberapa penari wanita secara berpasang-pasang. Namun ada juga yang menampilkan penari pria yang berpasangan dengan wanita

Tari Beripat

 Apabila dilihat dari pertunjukannya tari ini lebih mendekati pertunjukan adu ketangkasan. Namun karena dalam gerakannya menggunakan gerakan-gerakan tari, maka pertunjukan kesenian dari Kepulauan Bangka Belitung ini dikenal dengan tari Beripat.

Tari Beripat ini merupakan seni pertunjukan ketangkasan yang dilakukan oleh dua orang yang membawa properti berupa rotan. Para penari laki-laki yang hanya memakai celana panjang ini berusaha untuk memukulkan rotan ke arah punggung lawannya. Siapa yang mendapati luka punggung paling sedikit maka dialah yang dinyatakan sebagai pemenang.
Demikian  tarian tradisional Kepulauan Bangka Belitung, semoga menambah wawasan  dalam bidang seni tari dan tari daerah dari seluruh Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *