Tak Tanggung-tangung Perusahaan Apple Investasi USD 18 Juta Demi 4G

Marascenter.com || Apple dilaporkan masih dalam proses mengurus perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana investasi USD 18 juta demi memuluskan penjualan iPhone cs di Indonesia.

Investasi setara Rp 236,8 miliar untuk tahun pertama itu akan digelontorkan terkait komitmennya memenuhi kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk semua perangkat 4G yang akan dipasarkan di Indonesia mulai 2017 nantiInvestasi yang dikeluarkan oleh salah satu perusahaan besar ini , menurut Putu, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustiran (Permenperin) Nomor 65 Tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

“Di Permenperin No. 65/2016 ini ada skema investasi yang bisa diikuti Apple dan (vendor ponsel 4G) lainnya,” lanjut Putu. Dan Apple menurutnya, memilih “membangun industri software” ketimbang membangun pabrik komponen ponsel untuk memenuhi konten lokalnya.


 Manager Government Affairs Apple Indonesia Mirza Natadisastra, belum memberikan jawaban pasti atas pernyataan tentang perkembangan rencana investasi ini.

Namun sebelumnya dalam pertemuan antara Mirza dengan Kepala Kantor Kepresidenan Teten Masduki, disebutkan bahwa Apple akan segera menjadikan Indonesia sebagai technology hub pertamanya di Asia.

Beberapa bulan lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga telah memastikan, investasi Apple sebesar USD 18 juta itu hanya untuk tahun pertamanya saja di Indonesia, dan masih besar kemungkinan untuk terus bertambah. 

Namun ketika dikonfirmasi hari ini 14 september 2016, ia belum memberikan update soal izin prinsip yang dibicarakan dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Rudiantara sebelumnya mengatakan, investasi tersebut akan digunakan Apple untuk membangun Research and Development Center (R&D Center) alias pusat riset dan pengembangan di salah satu universitas di Jawa Barat. 

R&D Center tersebut sekaligus menjadi fasilitas untuk pemenuhan syarat takaran TKDN 4G untuk iPhone. “R&D center itu sekaligus menjadi tempat untuk Apple memasang aplikasi iOS-nya,” ujar menteri yang akrab disapa Chief RA itu pada Maret 2016 lalu.

BKPM menyampaikan, bahwa investasi Apple akan digunakan untuk sarana tempat pelatihan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pelatihan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, serta pengadaan tenaga ahli untuk mendidik SDM Indonesia guna membangun aplikasi, software maupun desain produk lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *