Rusunawa 20 Miiyar Hanya Diisi 9 Penghuni

Marascenter.com || Sungguh sangat mengecewakan Rumah Susun di kawasan Pangkalarang, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang, nyaris tak berpenghuni. Rusunawa yang dibangun di lahan seluas 4,4 hektare dan mampu menampung 400 Kepala Keluarga, pemukiman itu hanya berisi sembilan penghuni saja.

“Sekarang sepi yang tinggal di sini saja (Rusunawa Pangkal Arang–red) cuma 9 orang saja,” kata Ali, petugas pengelola UPT Rusunawa, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Pangkalpinang, Jumat (16/9/2016).

“Dulu saat awal mulai dibuka penyewaan kamar-kamar di komplek rusunawa setempat justru tiap-tiap blok hampir dipenuhi para penghuni” Ungkap Ali kembali.

Rusunawa mulai ditinggalkan penghuni seiring beberapa persoalan yang di antaranya adalah biaya listrik.
Listrik di rusunawa termasuk dalam kategori R3 atau bisnis.

Akibatnya, biaya listrik yang dikeluarkan tiap penghuni dianggap terlalu tinggi. Pengajuan permohonan pengalihan listrik pun tidak disetujui PLN.

“Beban biaya listrik PLN yang dikenakan kepada tiap-tiap penghuni di komplek rusunawa Pangkal Arang digabung dengan biaya sewa kamar termasuk biaya-biaya lainnya berikut pula biaya kebersihan dan air PDAM yang wajib dibayar oleh si penyewa,” ujarnya.
“Jadi kalau ditotalkan besarnya biaya perbulan yang mesti dibayar oleh tiap-tiap penyewa kamar di komplek ini sekitar Rp 400 ribu per bulannya. Namun sebagian penghuni akhirnya merasa keberatan dengan biaya sewa sebesar tersebut,” lanjut Ali.
Rusunawa di Pangkalarang mulai dibangun tahun 2009. Ali mengatakan awalnya dibangun dua blok, yaitu blok A dan B. Pembangunan satu blok rusunawa, sepengetahuannya, menelan dana sekitar Rp 20 miliar.

Kurangnya Perawatan
Pantauan wartawan, saat ini rusunawa tak hanya sepi penghuni.
Kondisi di sekitar bangunan gedung rusunawa itu terlihat sudah ditumbuhi rumput-rumput atau ilalang yang cukup tinggi.
Beberapa bagian fisik gedungnya juga sudah kusam. Bahkan sejumlah kaca jendela ada yang sudah hancur alias pecah

Tidak hanya itu, di samping bagian sisi gedung blok C, tampak sejumlah sapi. Kotoran hewan ternak itu berserakan di bagian lantai bawah di gedung blok C.
Kepala Dinsosnaker Pangkalpinang, Mikron Antariksa tak bisa berkomentar lebih jauh ketika dikonfirmasi soal kondisi fisik bangunan rusunawa yang terkesan tidak terawat.
Menurutnya, gedung Blok A dan Blok B Rusunawa masih dipegang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“kite hny pengelolaan hunian e bai (kita hanya pengelolaan hunian saja–red),” tulis Mikron melalui pesan singkat, Kamis (15/9) malam.
Meski begitu dia menyatakan pihaknya tak tinggal diam. Dia mengaku telah melaporkan kondisi tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *