Di Masjid Pakistan, Sedikitnya 23 Tewas

Marascenter.com || Pihak berwenang mengatakan sholat Jumat 16 September sedang berlangsung di Butmaina, dekat perbatasan dengan Afghanistan, ketika seorang pengebom bunuh diri memekik Allahu Akbar dan meledakkan dirinya.Sebagian bangunan masjid ambruk akibat ledakan dan menimpa para jemaah.Beberapa yang menderita cedera dilaporkan dalam kondisi kritis.Seorang warga, yang sholat di masjid lainnya, mendengar ledakan keras ketika sedang dalam perjalanan pulang.

“Saya segera berlari ke tempat kejadian, masuk ke dalam, dan darah maupun potongan tubuh manusia ada di mana-mana,” tutur Shireen Zada kepada kantor berita AFP.
Jam malam sudah diberlakukan setelah serangan.

Marascenter.com

Kantor Perdana Menteri, Nawaz Sharif, mengecam pengeboman terbaru ini dan menegaskan pemerintah akan tetap kukuh menghadapi ekstrimisme.

“Serangan pengecut oleh para teroris tidak akan memusnahkan upaya pemerintah dalam membasmi terorisme di negara ini.”

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut namun beberapa serangan sebelumnya diakui dilaksanakan oleh kelompok Taliban Pakistan.Tanggal 2 September lalu, 14 orang tewas dan 50 lebih cedera akibat pengebom bunuh diri di ruang pengadilan kota Mardan, dengan sasaran para pekerja hukum.

Serangan itu diakui oleh kelompok Jamaat-ul-Ahrar, yang merupakan faksi dalam Taliban Pakistan. Mereka juga mengatakan berada di belakang serangan pada pekan pertama Agustus di Quetta, yang menewaskan 73 orang.

Pengadilan Pakistan, 11 orang tewas

Seorang pelaku bom bunuh diri telah menyerang sebuah pengadilan di Kota Mardan, bagian utara Pakistan, sehingga menewaskan sedikitnya 11 orang dan mencederai hampir 30 orang.

Kepada BBC, Ijaz Khan selaku deputi inspektur jenderal kepolisian Distrik Mardan, mengatakan pelaku serangan melemparkan sebuah granat tangan dan berlari ke ruang pengacara. Di sana, dia meledakkan bom, walau sempat ditembak polisi.

Laporan sementara menyebutkan korban tewas mencakup tiga pengacara, dua polisi, dan beberapa warga sipil.Secara terpisah, empat pelaku bom bunuh diri mengincar kawasan permukiman kaum Kristen dekat Peshawar. Aparat keamanan menembak mereka hingga tewas.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden di pengadilan Kota Mardan. Namun, sebuah faksi Taliban bernama Jamaat-ul-Ahrar mengklaim sebagai dalang penyerangan di dekat Peshawar.Pada masa lalu, kelompok milisi telah mengincar pengacara, termasuk serangan bom di Quetta bulan lalu yang menewaskan 18 pengacara. Serangan itu diklaim Jamaat-ul-Ahrar.

Di Rumah Sakit Menewaskan 53 Orang 

Kasi, presiden Asosiasi Pengacara Balochistan, ditembak ketika ia sedang menuju ke kompleks persidangan utama di Quetta, menurut laporan TV lokal, Geo TV.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan ini.
“Tak seorangpun diizinkan mengganggu kedamaian provinsi ini,” kata PM Sharif.
“Rakyat, dan pasukan keamanan di Balochistan telah berkorban untuk negara ini.”

Kepala Menteri Balochistan, Sanaullah Zehri, mengatakan bagi yang terluka harus diberikan perawatan medis dan fasilitas terbaik yang ada.Telah terjadi sejumlah pembunuhan bertarget di Quetta, yang terhubung dengan pemberontakan separatis serta ketegangan sektarian dan kejahatan kriminal.Yang tewas dalam beberapa minggu terakhir termasuk beberapa pengacara.Kasi dengan sangat kuat mengutuk serangan-serangan yang terjadi dan media lokal berkata dia telah mengumumkan boikot sesi sidang selama dua hari sebagai bentuk protes pembunuhan seorang rekan pengacara minggu lalu.

Korban tewas di rumah sakit termasuk Baz Muhammad Kakar, pendahulu Kasi sebagai presiden asosiasi tingkat provinsi, dan Shahzad Khan, seorang juru kamera Aaj TV.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *